counter create hit Travel in Love - Download Free eBook
Ads Banner
Hot Best Seller

Travel in Love

Availability: Ready to download

Di peron stasiun, Aku berdiri dengan carrier 85 liter di sisi. Sebentar lagi rangkaian Argo Parahyangan akan membawaku mengawali perjalanan 30 hari: Jawa, Bali, dan Lombok. Di atas bukit bintang, Aku ditemani seorang sahabat yang masih berduka atas kekasihnya. Seperti aku yang belum merelakan si Pecinta Gunung, laki-laki si pemilik senyum teduh. Di atas kapal yang berayun, Ak Di peron stasiun, Aku berdiri dengan carrier 85 liter di sisi. Sebentar lagi rangkaian Argo Parahyangan akan membawaku mengawali perjalanan 30 hari: Jawa, Bali, dan Lombok. Di atas bukit bintang, Aku ditemani seorang sahabat yang masih berduka atas kekasihnya. Seperti aku yang belum merelakan si Pecinta Gunung, laki-laki si pemilik senyum teduh. Di atas kapal yang berayun, Aku harus kuat menghadapi hadirnya si Orang Asing. Juga ketika banyak rahasia yang terungkap atau kata-kata yang dulu tak terucap. Di pantai yang indah, Aku duduk menatap laut, sejauh ini aku tak tahu cinta macam apa yang kutemui di perjalanan ini. Karena perjalanan ini terlalu panjang untuk dilalui sendiri. Di perjalanan ini, Aku ingin kamu menemaniku…


Compare
Ads Banner

Di peron stasiun, Aku berdiri dengan carrier 85 liter di sisi. Sebentar lagi rangkaian Argo Parahyangan akan membawaku mengawali perjalanan 30 hari: Jawa, Bali, dan Lombok. Di atas bukit bintang, Aku ditemani seorang sahabat yang masih berduka atas kekasihnya. Seperti aku yang belum merelakan si Pecinta Gunung, laki-laki si pemilik senyum teduh. Di atas kapal yang berayun, Ak Di peron stasiun, Aku berdiri dengan carrier 85 liter di sisi. Sebentar lagi rangkaian Argo Parahyangan akan membawaku mengawali perjalanan 30 hari: Jawa, Bali, dan Lombok. Di atas bukit bintang, Aku ditemani seorang sahabat yang masih berduka atas kekasihnya. Seperti aku yang belum merelakan si Pecinta Gunung, laki-laki si pemilik senyum teduh. Di atas kapal yang berayun, Aku harus kuat menghadapi hadirnya si Orang Asing. Juga ketika banyak rahasia yang terungkap atau kata-kata yang dulu tak terucap. Di pantai yang indah, Aku duduk menatap laut, sejauh ini aku tak tahu cinta macam apa yang kutemui di perjalanan ini. Karena perjalanan ini terlalu panjang untuk dilalui sendiri. Di perjalanan ini, Aku ingin kamu menemaniku…

30 review for Travel in Love

  1. 5 out of 5

    August A.P.

    Aku liat buku di ini sebuah toko buku dan langsung tertarik karena nama penulisnya sama dengan kenalan yang ada di goodreads, eh ternyata benar satu orang yang sama. lol. --------------- Paras, seorang gadis yang masih duduk di bangku kuliah, menginginkan 30 hari untuk dirinya dan sahabatnya, Jatayu untuk mengelilingi Pulau Jawa, Bali dan rencana diam-diam Paras untuk ke Lombok, mereka berdua membawa perasaan sedih mereka untuk 'dibuang' dalam perjalanan ini. Perbedaan yang terdapat dalam diri Par Aku liat buku di ini sebuah toko buku dan langsung tertarik karena nama penulisnya sama dengan kenalan yang ada di goodreads, eh ternyata benar satu orang yang sama. lol. --------------- Paras, seorang gadis yang masih duduk di bangku kuliah, menginginkan 30 hari untuk dirinya dan sahabatnya, Jatayu untuk mengelilingi Pulau Jawa, Bali dan rencana diam-diam Paras untuk ke Lombok, mereka berdua membawa perasaan sedih mereka untuk 'dibuang' dalam perjalanan ini. Perbedaan yang terdapat dalam diri Paras dan Jatayu membuat Paras kebingungan dalam menghadapinya karena Jatayu tipe orang yang memendam perasaannya, bukan orang yang blak-blakkan seperti Paras. Di Yogyakarta, mereka mencapai satu kesepatakan. Namun itu bukanlah 'janji' bahwa di antara mereka sudah baik-baik saja. Belum dapat menyelesaikan 'membuang' perasaan dari masa lalunya, Kanta, cowok masa lalunya kembali datang ke hadapannya dan bersama dengan teman get lost-nya, Paras dan Jatayu melanjutkan perjalanan ke Bali. Di Bali, semuanya terbuka. Di Bali, tugas selesai. Paras, pada akhirnya, melanjutkan perjalanan ke Lombok, untuk bertemu Mama-nya sendirian. Berani menghadapi semuanya sendiri dengan berlapang dada, meninggalkan semuanya di belakangnya. -------------- Weelll, ini novel Indonesia kedua yang aku beli dengan tema romantis. Biasanya aku menghindari itu. Tapi entahlah akhirnya aku beli dan baca juga dengan hanya membutuhkan waktu sekitar lima jam (hmm, yeah). (view spoiler)[Pada awal cerita, aku mengikuti, walau jujur ada percakapan Paras dan Jatayu yang tidak kumengerti. Tau-tau nangis, pelukan, memberi semangat. Bagian perjalanan, aku sangat suka! menginginkan diriku untuk beneran pergi ke Karimun Jawa dan Lombok (yang memang sudah keinginan dari dulu untuk traveling tapi...). Bagian akhir, hm yah aku memang kaget dengan masalah yang sebenarnya, bukan karena Jatayu akhirnya dengan Sean, tapi karena Kanta yang bilang bahwa tugas mereka telah selesai dan giliran Kanta yang gerak. What!? Tapi yah, akhirnya berlanjut dengan Kanta yang tidak jadi mengantar Paras ke Lombok, kukira itu adalah tanda bahwa Kanta itu cowok "B" (kata kasar, tidak perlu dituliskan ahaha). Eh, tau-tau ada di Lombok sehari setelahnya, lalu tidak memberikan penjelasan mengapa tidak ada. Bagaimana Paras tahu kalau Kanta itu seorang manipulatif? Tapi akhirnya tidak menuntut penjelasan. Lalu bagian akhiiirrr, rasanya ada yang kurang. Mungkin karena kurangnya penjelasan dari Kanta dan Paras yang menerima 'saja' darinya. Dan aahhhh, paling nggak suka dengan Kanta yang bilang, "saya ingin mulai saat ini nggak ada kata-kata cinta yang keluar dari mulut kita." Ya iya sih walau setelah itu dia bilang, cintanya lebih besar dari yang dapat ia ucapkan, tapi kan Paras melakukan perjalanan ini karena tidak tahu perasaan Kanta padanya. Dan bodohnya Paras malah iya-iya saja. Kenapa nggak bilang, "tapi saya butuh satu kalimat itu saja dari mulutmu, sekali saja." kan bisaaa. Yah, walau sebelumnya Kanta bilang, "suatu saat kamu akan tahu, Ras, apa yang saya rasakan." Well, ini sudah mau akhir buku... apa akan ada buku kedua? Lalu, walau Mama Paras bilang bahwa beliau nggak mau ngasih nasihat tapi kurasa penulis sengaja memberikan kata-kata mutiara yang banyak di karyanya ini. Hmm, after all, aku suka bacanya, tulisannya mudah dibaca (walau ada beberapa kalimat yang harus aku baca ulang lagi, hanya bagian awal), ceritanya asik, deskripsi perjalanannya bener-bener bikin aku ngiler... (hm, ini review atau curhat ya -.-) Oh ya, aku masih bingung kenapa Kanta tiba-tiba ilang dari kehidupan Paras. Yah, walau memang ada yang seperti itu di dunia ini. Lalu kata-kata terakhir Paras yang dituliskannya untuk Jatayu dan Sean, itu bener-bener keren, jleb, dan kejam ahahhaa (hide spoiler)] Have a good karma :) N.B. Aku suka pembatas bukunya hihi N.B.B. Aku suka pencerahan mengenai perbedaan "traveler" and "tourist" :)

  2. 4 out of 5

    Syifa Adiba

    Okay. Novel ini merupakan salah satu pemenang Nourabooks Academy (NBA), salah satu acara yang diadakan oleh Nourabooks dengan memberi tantangan menulis novel dalam waktu 30 (tiga puluh) hari. Seems interesting, right? So, let me check it. Saya nggak tahu dengan novel dia sebelumnya yang katanya cukup bagus. Hanya saja, mungkin saya sudah kehilangan minat untuk membaca novelnya yang lainnya karena novel ini. (view spoiler)[ Novel ini berkisah tentang Paras, yang berusaha melupakan Kanta, orang yang Okay. Novel ini merupakan salah satu pemenang Nourabooks Academy (NBA), salah satu acara yang diadakan oleh Nourabooks dengan memberi tantangan menulis novel dalam waktu 30 (tiga puluh) hari. Seems interesting, right? So, let me check it. Saya nggak tahu dengan novel dia sebelumnya yang katanya cukup bagus. Hanya saja, mungkin saya sudah kehilangan minat untuk membaca novelnya yang lainnya karena novel ini. (view spoiler)[ Novel ini berkisah tentang Paras, yang berusaha melupakan Kanta, orang yang disukainya dan tidak memberikan tanda-tanda cinta kepadanya. Bersama Jatayu, sahabatnya (anyway, dia perempuan) dia berkeliling Pulau Jawa hingga akhirnya sampai Lombok. “Ras, diam aja? Nggak diapa-apain, kan, lo di kereta tadi? Jatayu yang tengah menyetir melirik Paras. “Lagian milihnya kereta ekonomi, sih! Kan, gue udah bilang, lo belum bisa naik kereta ekonomi sendi ....” p.27 Ditilik dari kalimat di atas, seharusnya memang Paras naik kereta ekonomi. Namun, jika kita membalik halaman depan, maka akan ada kejanggalan disini. Kereta Argo Parahyangan, yang akan mengantar Paras menuju Bandung, baru akan datang setengah jam lagi. Suasa di dalam stasiun tidak ramai, tetapi juga tidak sepi. p.8 Sekilas, memang tidak ada yang aneh dengan dua kalimat yang saya tandai tersebut. Tapi, kalau kamu merupakan orang yang gemar berpergian dengan naik kereta, hal ini tentu akan sangat mengganggu. Paras menaiki kereta Argo Parahyangan yang notabene-nya adalah kereta kelas bisnis/eksekutif dengan segala kenyamanan yang ada. Sedangkan, disini diceritakan kalau Paras naik kereta ekonomi. Saya tidak tahu apakah ini karena penulis tidak melakukan penulusuran terlebih dahulu tentang nama kereta *ini penting menurut saya* karena hal inilah yang justru sangat mengganggu saya. Nggak tahu deh dengan pembaca yang lain. Meskipun, di perjalanan lainnya penulis sudah menuliskan nama-nama kereta ekonomi dengan benar. Tapi, untuk permulaan penulisan, penulis telah melakukan kesalahan yang bisa jadi menurut saya fatal. Hal yang menggangu saya lainnya adalah tentang ‘kerempongan’ dari Paras saat hendak pergi backpacking. Dengan beraneka ragam perlengkapan yang menurut saya agak terlalu ‘berlebihan’. Saya disini kurang menemukan esensi seorang backpacker. Paras seolah hanyalah backpacker yang rajin posting dan update status melalui backhost. Halaman demi halaman pun terlewati begitu saja, kecuali mengenai beberapa tempat yang menurut saya menarik. Mungkin karena hampir semua tempat yang didatangi sudah pernah saya kunjungi, jadi itu tidak begitu membuat saya penasaran. Gaya narasi yang terlalu panjang atau saya yang memang saat itu sedang mengantuk membuat saya menskip beberapa bagian. Dan ketika muncul Sean, lelaki peranakan Bali-Swiss yang seorang backpacker juga dan menawari Paras untuk get lost ditambah munculnya Kanta yang tiba-tiba membuat saya dengan segera dapat menebak akhir dari cerita ini. Terasa klise sekali dan yah~ mudah ditebak. Jadi, silahkan menilai sendiri. Kekuatan buku ini, menurut saya hanya terdapat pada tempat-tempat menarik yang ada di dalamnya. Selebihnya, say to sorry. Kurang berminat dengan ide cerita yang seperti ini. Mungkin, karena waktu yang diberikan untuk pembuatan novel cukup terbatas sehingga menjadikan novel ini kurang begitu matang. Bisa jadi. (hide spoiler)]

  3. 5 out of 5

    Yuliana Full

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Skenario cerita yang penuh kejutan hehehe... Keren kali yaa kalo diangkat ke layar lebar! "Travel In Love" terus isinya tentang perjalanan empat orang sahabat yang ternyata selama perjalanan banyak mengalami hal-hal seru dan yaa baca aja sendri :P. Nama-nama tokohnya unik suka deh.. abis kebanyakan sekarang novel pake nama-nama tokoh barat *ups oot*. Paras dan Jatayu dua perempuan bersahabat ini menghabiskan waktu selama satu bulan untuk membuang ingatan mereka akan masa lalu *ceritanya belajar mo Skenario cerita yang penuh kejutan hehehe... Keren kali yaa kalo diangkat ke layar lebar! "Travel In Love" terus isinya tentang perjalanan empat orang sahabat yang ternyata selama perjalanan banyak mengalami hal-hal seru dan yaa baca aja sendri :P. Nama-nama tokohnya unik suka deh.. abis kebanyakan sekarang novel pake nama-nama tokoh barat *ups oot*. Paras dan Jatayu dua perempuan bersahabat ini menghabiskan waktu selama satu bulan untuk membuang ingatan mereka akan masa lalu *ceritanya belajar move on gtu hehehe*. Mereka berpergian (traveling) dari Jawa-Lombok. Paras yang berencana menghapus bayang-banyang tentang Kanta, cowok yang membuat Paras jatuh hati namun tanpa ada kejelasan diantara mereka berdua membuat Paras jenuh. Jatayu yang merupakan sahabat Paras dan Kanta juga ingin melupakan memori masa lalunya dengan Kelana kakak kembar Kanta yang meninggal di Gunung Semeru-seperti keinginannya. Tanpa diduga oleh Paras ternyata rencana liburan yang awalanya hanya akan berdua dengan Jatayu, dilalui bersama dua pria lainnya. Cukup..cukup sampe di dini spoilersnya karena emang baru kali kedua ngeriview di GR hehehe :D Pssst suka banget sama gaya tulisannya yang drama remaja dibubuhi unsur traveling :D. Rasanya wow banget! Lebih keren rasanya kalo diangkat ke layar lebar dibandingin sama lima centimeter :P. *kabur*

  4. 5 out of 5

    Demeter Aulia

    Selama membaca buku ini, gak terpikir sedikitpun untuk menebak bagaimana endingnya. Sepertinya memang, alur cerita novel ini sama sekali tak tertebak. Romannya dapat, petualangannya dapat juga. Bisa sekalian dijadikan referensi kalau-kalau mau liburan ke Jawa-Bali. Wkwkwk.... Penceritaannya juga bagus, gak bikin eneg atau bosan :D keren lah menurutku.

  5. 5 out of 5

    Triyosi Girinda Puri

    Saya suka tokoh-tokohnya. Membaca buku ini seperti bertamasya ke beberapa tempat, saya terinsipirasi untuk menjadi Solo Traveler.

  6. 4 out of 5

    Rizki Wulandari

    Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswi bernama Paras yang ingin melakukan perjalanan dari Jakarta hingga Lombok, ala Backpacker dalam waktu 30 hari. Paras akan pergi bersama Jatayu, sahabatnya. Mereka melakukan perjalanan ini dengan tujuan ingin "move on" dari masa lalu mereka. Kukira ada kisah apa di masa lalu mereka, rupanya karena ingin melupakan pasangan mereka masing-masing, hehe. Jatayu ditinggal pergi oleh Kelana. Mereka berdua dulu adalah pasangan yang kompak dan sama-sama anak Map Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswi bernama Paras yang ingin melakukan perjalanan dari Jakarta hingga Lombok, ala Backpacker dalam waktu 30 hari. Paras akan pergi bersama Jatayu, sahabatnya. Mereka melakukan perjalanan ini dengan tujuan ingin "move on" dari masa lalu mereka. Kukira ada kisah apa di masa lalu mereka, rupanya karena ingin melupakan pasangan mereka masing-masing, hehe. Jatayu ditinggal pergi oleh Kelana. Mereka berdua dulu adalah pasangan yang kompak dan sama-sama anak Mapala di kampusnya. Kelana menghirup terlalu banyak asap belerang saat mendaki Semeru. Ini menimbulkan luka yang besar di hati Jatayu. Dia berharap perjalanan bersama Paras ini mampu mengobati luka dan kesedihan di hatinya tersebut. Demikian halnya dengan Paras. Kelana yang memiliki saudara kembar bernama Kanta yang telah menggalaukan hati Paras. Kanta telah memberikan harapan kepada Paras dimana ketika Paras telah jatuh hati, Kanta malah menjaga jarak dan menarik diri. Untuk itulah Paras memutuskan untuk menyegarkan kembali pikiran dan hatinya dengan melakukan perjalanan ini. Awalnya kupikir ini akan jadi cerita yang menarik. Ada banyak poin yang kukira bisa dikembangkan. Pun awalnya kupikir akan ada sesuatu atau rahasia yang menarik antara Kanta dan Kelana. Namun setelah membaca hingga akhir, aku malah merasa jenuh dengan cerita ini. Complete review: http://bukulova.blogspot.com/2015/07/...

  7. 4 out of 5

    Gita

    I'm not gonna lie: I had such a hard time reading this book. Saya pinjem buku ini dari sodara saya berbulan-bulan lalu, karena saya kira buku ini tentang dua cewek yang backpacking keliling Indonesia (well, lebih tepatnya sih Jawa-Bali-Lombok). Ya, memang dua sahabat cewek ini jalan-jalan keliling Indonesia sih, tapi buku ini membahas hal-hal yang lebih dari itu: "persahabatan" dan "cinta". Kenapa saya kasih tanda kutip? Karena saya ngerasa dikhianati at the end of the book. Truthfully, baca the f I'm not gonna lie: I had such a hard time reading this book. Saya pinjem buku ini dari sodara saya berbulan-bulan lalu, karena saya kira buku ini tentang dua cewek yang backpacking keliling Indonesia (well, lebih tepatnya sih Jawa-Bali-Lombok). Ya, memang dua sahabat cewek ini jalan-jalan keliling Indonesia sih, tapi buku ini membahas hal-hal yang lebih dari itu: "persahabatan" dan "cinta". Kenapa saya kasih tanda kutip? Karena saya ngerasa dikhianati at the end of the book. Truthfully, baca the first 50 pages udah bikin saya pengen menyerah. Tapi terus saya pikir, "Maybe it gets better..." IT DOESN'T. Character development does NOT exist. Dari awal sampe akhir, kerjaan dua cewek itu adalah nangis, pindah kota, nangis, tidur, bangun, nangis, pindah kota, lari-lari sambil nangis. Aah tapi I have to admit, pengetahuan pengarang soal kota-kota yang jadi destinasi backpacking dua cewek ini bikin saya pengen menyusuri jalur mereka (sans the crying, of course). Ada foto-foto tiap kota segala, pula! Dan ilustrasi yang kadang-kadang menghiasi halaman-halaman buku ini memang keren banget, saya suka. Terus nama-nama karakter utamanya unik banget buat saya: Paras, Jatayu, sama Kanta. For these reasons alone, I will give this book two stars. Better luck for your next books, Diego Christian! ;) PS: Lho ternyata ini buku kedua? Kirain buku debutlah.

  8. 5 out of 5

    Michael

    oke saya akan menilai buku ini seOBJEKTIF mungkin terlepas saya di tolak jadi first leader nya oleh kak diego well novel ini bercerita tentang perjalan paras dan jatayu melakukan perjalanan demi satu tujuan MOVE ON. well ketika membaca novel ini saya sedikit memandinghkan dengan novel travelovingnya roy saputra dkk. SKIP hahahaha lanjut di tengah perjalan mereka paras ( tokoh utama ) bertemu dengan sean seorang blasteran lalu mereka bersama melakukan perjalanan ke bali. mungkin dari segi cerita c oke saya akan menilai buku ini seOBJEKTIF mungkin terlepas saya di tolak jadi first leader nya oleh kak diego well novel ini bercerita tentang perjalan paras dan jatayu melakukan perjalanan demi satu tujuan MOVE ON. well ketika membaca novel ini saya sedikit memandinghkan dengan novel travelovingnya roy saputra dkk. SKIP hahahaha lanjut di tengah perjalan mereka paras ( tokoh utama ) bertemu dengan sean seorang blasteran lalu mereka bersama melakukan perjalanan ke bali. mungkin dari segi cerita cukup simpel dan tidak terlalu banyak konflik yang terjadi dan pengunaan diksi yang sangat baik oleh kak diego dan di buku ini banyak daerah daerah yang di kunjungi seperti semarang, bandung , bali dan tentu saja JOGJA owh iya di dalam buku ini ada skesta gambara yang cukup bagus juga so 1 bintang untuk ide cerita tentang traveling alur cerita yang bagus 1 bintang untuk daerah daerah yang di deskripsikan dengan cukup bagus 1 bintang lagi untuk alur cerita yang bagus sebenernya mau ngasih 4 bintang cuman enggak tau kenapa gak suka dengan cover sorry but itu subjektif kok namun buku ini cukup lumayan recommended lah

  9. 4 out of 5

    Evi Rezeki

    Travel in Love bercerita tentang Paras dan Jatayu mencari jati diri dan cinta. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Sean (my favorite character). Setiap karakter digambarkan dengan kuat. Dalam kehidupan nyata, saya akan suka sekali pada Kanta. Terlebih karena saya penyuka jalan-jalan ke gunung. Entahlah, dalam novel ini saya merasa Kanta terlalu datar. Dia dingin, tapi terlalu datar. Cerita yang cukup manis. Novel Diego ini kaya akan diksi. Pemilihan kata-kata yang manis. Ditambah lagi quot Travel in Love bercerita tentang Paras dan Jatayu mencari jati diri dan cinta. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Sean (my favorite character). Setiap karakter digambarkan dengan kuat. Dalam kehidupan nyata, saya akan suka sekali pada Kanta. Terlebih karena saya penyuka jalan-jalan ke gunung. Entahlah, dalam novel ini saya merasa Kanta terlalu datar. Dia dingin, tapi terlalu datar. Cerita yang cukup manis. Novel Diego ini kaya akan diksi. Pemilihan kata-kata yang manis. Ditambah lagi quotes yang diambil dari lagu-lagu, menggambarkan inti dari setiap babnya. Tapi, saya kurang suka endingnya. Karena oh, karena, (view spoiler)[kenapa Paras harus jadian sama Kanta. Hiks. (hide spoiler)] Enggak sabar deh nunggu novel Diego berikutnya *\^^/*

  10. 4 out of 5

    Ryan

    buat sebuah novel perjalanan / travelling novel, buku ini cukup bagus dlm menggambarkan kota yang dikunjungi para tokoh dalam buku ini, ditambah hadirnya foto dan sketsa unuk memperkuat citra pembaca terhadap kota yang dilukiskan. Meski awalnya membosankan, tapi menjelang pertengahan mulai terasa emosi yang dilimpahkan Diego ke dalam buku ini. aku bisa ngerasain gimana jadi Paras yang berusaha ngelupain masa lalunya, namun secara tiba-tiba masa lalu itu justru terhampar luas di hadapannya. buat buat sebuah novel perjalanan / travelling novel, buku ini cukup bagus dlm menggambarkan kota yang dikunjungi para tokoh dalam buku ini, ditambah hadirnya foto dan sketsa unuk memperkuat citra pembaca terhadap kota yang dilukiskan. Meski awalnya membosankan, tapi menjelang pertengahan mulai terasa emosi yang dilimpahkan Diego ke dalam buku ini. aku bisa ngerasain gimana jadi Paras yang berusaha ngelupain masa lalunya, namun secara tiba-tiba masa lalu itu justru terhampar luas di hadapannya. buat sebuah novel roman, buku ini juga menarik meskipun konflik dan jalan ceritanya terbilang klise. twist di bagian akhir meski tertebak dari awal, lumayan membuat pembaca (dalam hal ini, aku) penasaran dg ending buku ini. overall, buku ini worth to read

  11. 4 out of 5

    Adek Fbree

    Forgetting you only to find you. Yup, kalimat ini benar-benar pas mewakili garis besar dari ceritanya. Jalan ceritanya bagus, mulai dari awal hingga akhir rasanya semua bagiannya ga ada yg bisa diskip (sy punya kebiasaan skipping hal/bagian yg bukan garis utama cerita demi mengetahui endingnya). Lumayan bikin baper, terutama saat Paras merasa "dikhianati" oleh orang2x tersayangnya. Cara berceritanya juga enak diikuti, jadi otak tetap bisa enjoy fokus dengan ceritanya. Rekomen buat yang suka roman Forgetting you only to find you. Yup, kalimat ini benar-benar pas mewakili garis besar dari ceritanya. Jalan ceritanya bagus, mulai dari awal hingga akhir rasanya semua bagiannya ga ada yg bisa diskip (sy punya kebiasaan skipping hal/bagian yg bukan garis utama cerita demi mengetahui endingnya). Lumayan bikin baper, terutama saat Paras merasa "dikhianati" oleh orang2x tersayangnya. Cara berceritanya juga enak diikuti, jadi otak tetap bisa enjoy fokus dengan ceritanya. Rekomen buat yang suka roman traveling dengan konflik yang ringan and happy ending ♡.

  12. 4 out of 5

    Klara Monika

    juara juara juara! senang banget baca karangan kak Diego yang satu ini; dari alur cerita, penokohan, dan latar saya suka semua. terutama latar sih, senang rasanya baca deskripsi berbagai tempat di nusantara - membuat saya jadi kangen pulang dan bertualang juga. meskipun seluruh novel tak terasa seperti 30 hari perjalanan, tapi peristiwa-peristiwa yang digambarkan rasanya nyata dan tidak dibuat-buat. maju terus!

  13. 4 out of 5

    ade

    baca buku ini kayak baca panduan traveling, tapi ga detail2 amat juga,, cuma plus sama bumbu2 kisah asmara,, yah cerita nya standar banget, kurang penjiwaan, dan ada beberapa plot hole menurut saya, kadang2 penyatuan antar plot hambar dan kurang bisa dipahami.. jadi gitu aja deh,, padahal saya mengharapkan lebih,, tapi sayang ternyata nggak

  14. 5 out of 5

    Fadly

    ceritanya menarik, 2 sahabat yg masing masing ingin melupakan masa lalu dengan cara menjelajahi pulau jawa,bali dan terakhir ke lombok. dan selama perjalanan itu dia menemukan kisah baru. karakter nya juga unik.

  15. 4 out of 5

    Rizkia Hanna Amalia

    Finally, baca novel lagi setelah 1-2bulanan hanya berkutat dengan korea dan tes lainlainnya. Sesuai sih sm judulnya, traveling yg dipaduin sama kisah cinta dan saya suka happy ending yg dilalui dengan penuh liku.

  16. 4 out of 5

    Dini Novita Sari

    Woah, akhirnya kelarin baca setelah dipending berbulan2. :D Alasan yg bikin aku capek baca novel ini adalah karena nggak jelas perpaduan cerita perjalanan dan dramanya. Lebih ke buku panduan perjalanan yang diselipi drama. Ntar lagi2 deh resensi lengkapnya. Hehe.

  17. 5 out of 5

    Cahya Widyastutik

    Saya merasa jadi pelancong dadakan. 3,5*

  18. 4 out of 5

    Deta NF

    "I never consider myself as a tourist, I'm a traveler. I'm buying experience, not stuffs." - Paras Review menyusul :P

  19. 5 out of 5

    Sawitri

    What a beautiful story :) Jatuh hati sama Kanta, meski awalnya bertanya-tanya maunya apa :D

  20. 4 out of 5

    Vivie Sitorus

    Novel ini bikin saya pengin keliling Jawa, Bali, Lombok XD

  21. 5 out of 5

    Mardiana

    perjalanan yang begitu menarik dan perjalanan cinta yang manis . baca ini jd pengen traveling keliling nusantara :D

  22. 4 out of 5

    G

    good

  23. 4 out of 5

    Safira Amandra

    bikin pengen jalan-jalannnn :"

  24. 5 out of 5

    Freeday Samaqi

  25. 4 out of 5

    Muhammad Ahsan

  26. 4 out of 5

    S. Shinta

  27. 5 out of 5

    Ragil

  28. 5 out of 5

    Jason Abdul

  29. 5 out of 5

    Fadhela Anindya

  30. 5 out of 5

    Suko Prakoso

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.