counter create hit #Horror Watir: Kisah Menyeramkan Di Sekolah - Download Free eBook
Ads Banner
Hot Best Seller

#Horror Watir: Kisah Menyeramkan Di Sekolah

Availability: Ready to download

MASA SMA ADALAH MASA YANG PALING TIDAK TERLUPAKAN INI ADALAH KISAH 5 ORANG SISWA SMA HARAPAN BANGSA. SAHRUL SUKA SAMA SULASTRI YANG MIRIP YOONA SNSD, IYUS YANG SELALU LEHOAN DAN CALUDIH, WARDI YANG PUNYA RENTAL PS. KOSIM YANG KASEP SUKA MAKAN CAKUE DAN ACEP YANG CULUN SIEUN KU AWEWE MEREKA BERPETUALANG MELAWAN JURIG YANG MENGGANGGU MEREKA. ADA JURIG BERKEPALA BUNTING, SUSTER MASA SMA ADALAH MASA YANG PALING TIDAK TERLUPAKAN INI ADALAH KISAH 5 ORANG SISWA SMA HARAPAN BANGSA. SAHRUL SUKA SAMA SULASTRI YANG MIRIP YOONA SNSD, IYUS YANG SELALU LEHOAN DAN CALUDIH, WARDI YANG PUNYA RENTAL PS. KOSIM YANG KASEP SUKA MAKAN CAKUE DAN ACEP YANG CULUN SIEUN KU AWEWE MEREKA BERPETUALANG MELAWAN JURIG YANG MENGGANGGU MEREKA. ADA JURIG BERKEPALA BUNTING, SUSTER CINGOGO YANG MATI KARENA TERTIMBUN TORN OREN, DAN JURIG WC. TI MIMITI ASUP SMA NEPIKA DIKALUARKEUN DARI SKALA DIJUNGJURIGAN TERUS. POKONYA KALIAN HARUS BANGET BELI BUKU INI, KARENA DIDALAMNYA MENGANDUNG HAL-HAL YANG DAPAT MEMBUAT KALIAN TERINSPIRASI DAN MEMBERIKAN ENERGI POSITIP BAGI PEMBACA. OMATI JANGAN PERNAH MEMBACA #HORRORWATIR SENDIRIAN.


Compare
Ads Banner

MASA SMA ADALAH MASA YANG PALING TIDAK TERLUPAKAN INI ADALAH KISAH 5 ORANG SISWA SMA HARAPAN BANGSA. SAHRUL SUKA SAMA SULASTRI YANG MIRIP YOONA SNSD, IYUS YANG SELALU LEHOAN DAN CALUDIH, WARDI YANG PUNYA RENTAL PS. KOSIM YANG KASEP SUKA MAKAN CAKUE DAN ACEP YANG CULUN SIEUN KU AWEWE MEREKA BERPETUALANG MELAWAN JURIG YANG MENGGANGGU MEREKA. ADA JURIG BERKEPALA BUNTING, SUSTER MASA SMA ADALAH MASA YANG PALING TIDAK TERLUPAKAN INI ADALAH KISAH 5 ORANG SISWA SMA HARAPAN BANGSA. SAHRUL SUKA SAMA SULASTRI YANG MIRIP YOONA SNSD, IYUS YANG SELALU LEHOAN DAN CALUDIH, WARDI YANG PUNYA RENTAL PS. KOSIM YANG KASEP SUKA MAKAN CAKUE DAN ACEP YANG CULUN SIEUN KU AWEWE MEREKA BERPETUALANG MELAWAN JURIG YANG MENGGANGGU MEREKA. ADA JURIG BERKEPALA BUNTING, SUSTER CINGOGO YANG MATI KARENA TERTIMBUN TORN OREN, DAN JURIG WC. TI MIMITI ASUP SMA NEPIKA DIKALUARKEUN DARI SKALA DIJUNGJURIGAN TERUS. POKONYA KALIAN HARUS BANGET BELI BUKU INI, KARENA DIDALAMNYA MENGANDUNG HAL-HAL YANG DAPAT MEMBUAT KALIAN TERINSPIRASI DAN MEMBERIKAN ENERGI POSITIP BAGI PEMBACA. OMATI JANGAN PERNAH MEMBACA #HORRORWATIR SENDIRIAN.

30 review for #Horror Watir: Kisah Menyeramkan Di Sekolah

  1. 4 out of 5

    Muhammad Hilwan Faruq

    Awalnya tertarik membaca buku ini ketika abang membawa pulang buku ini ke rumah. Kala itu saya masih SMA, dan melihat abang cekikikan ketika membacanya. Tentu ini membuat jiwa anak kecil saya tergugah. Saya penasaran, namun tidak lantas berani untuk meminjam atau bahkan untuk sekadar bertanya buku apa yang sedang dibacanya itu. Karena tak cukup nyali—tanpa sepengetahuan abang, diam-diam saya bawa buku itu untuk dibaca. Perlahan-lahan, saya juga suka dengan buku ini. Buku humor plus horor—yang seb Awalnya tertarik membaca buku ini ketika abang membawa pulang buku ini ke rumah. Kala itu saya masih SMA, dan melihat abang cekikikan ketika membacanya. Tentu ini membuat jiwa anak kecil saya tergugah. Saya penasaran, namun tidak lantas berani untuk meminjam atau bahkan untuk sekadar bertanya buku apa yang sedang dibacanya itu. Karena tak cukup nyali—tanpa sepengetahuan abang, diam-diam saya bawa buku itu untuk dibaca. Perlahan-lahan, saya juga suka dengan buku ini. Buku humor plus horor—yang sebenarnya tidak menakutkan—dianyam dengan bahasa campuran, alur yang ringan nan menggelikan. Meski kelemahannya buku ini bercampur (sebagian) bahasa daerah: basa Sunda, yang menyempitkan keluasan pembaca (hanya mampu dinikmati oleh sebagian orang, khususnya untuk orang Sunda saja). Dengan membaca buku ini, saya bisa membandingkan ternyata ada kehidupan yang lebih “watir” daripada hidup saya sendiri. Saya merasa lebih pantas mensyukuri hidup setelah membandingkan dengan nasib para tokoh. Meskipun memang ini buku bergenre komedi, tidak pula membuat kualitas buku menjadi buruk. Saya kira memang itulah salah satu fungsi buku: menghibur sekaligus mendidik. Saya kira, setiap buku (baik dan buruknya) akan selalu menemukan pembacanya. Hal lainnya yang mampu saya banggakan ialah: ini kali pertama saya dapat membaca buku non-gambar (didominasi kata daripada gambar) sampai tuntas dalam waktu yang singkat—juga sambil sembunyi-sembunyi! Haha. Buku yang menarik untuk dituntaskan. Buku yang hadir mengiasi hari-harimu yang suram! Mari membaca! :) —@iwanghilwan22

  2. 5 out of 5

    Farah

    Numpang di baturan lah demi seuseurian xDD

  3. 4 out of 5

    Yusuf Darmawan

    Sangat menghibur,di anyam dengan kisah yang humoris sesuai dengan standar zaman now.

  4. 4 out of 5

    Septi

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Fujfjfud

  5. 5 out of 5

    Mpur Chan

    Read more review in Reading Wonderland “Maneh naha jadi manusia silver, Wardi?” tanya Iyus. “Soalna mun jadi manusia pelangi mah hese ngecetna, pilok na kudu loba,” kata Wardi. infowatir memang selalu tak kehabisan ide komedi! Seperti buku-buku sebelumnya, gaya penceritaan di buku Horror Watir ini sangat lucu dan mengundang gelak tawa. Bagaimana tidak, penulis menggunakan campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Ini seolah menjadi tanda bahwa gaya bicara orang Bandung memang begitu. Suka Read more review in Reading Wonderland “Maneh naha jadi manusia silver, Wardi?” tanya Iyus. “Soalna mun jadi manusia pelangi mah hese ngecetna, pilok na kudu loba,” kata Wardi. infowatir memang selalu tak kehabisan ide komedi! Seperti buku-buku sebelumnya, gaya penceritaan di buku Horror Watir ini sangat lucu dan mengundang gelak tawa. Bagaimana tidak, penulis menggunakan campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Ini seolah menjadi tanda bahwa gaya bicara orang Bandung memang begitu. Suka dicampur-campur. Hehe… Justru itulah yang menjadi sisi komedinya. Dari sisi cerita, saya sangat menyukai cara penulis menyelipkan tokoh hantu. Mulai dari hantu di sekolah, hantu yang ternyata pencuri, atau hantu di rumah sakit. Hantu-hantu itu sangat dekat dengan kehidupan kita, karena kita kerap kali mendengar kisah hantu di sekolah dan di rumah sakit. Penulis juga menyelipkan kisah orang yang menyamar jadi hantu untuk mencuri (Kisah ini memang sering masuk di koran). Plot yang disajikan pun berkembang dengan baik dan rapi. Ketika membacanya dari awal, saya seolah diajak untuk berkenalan satu per satu dengan kelima sobat itu: mulai dari saat mereka bertemu sampai mengetahui masa lalu mereka satu per satu. Dan yang paling saya sukai dari buku ini adalah tokoh-tokohnya digambarkan sebagai tokoh yang biasa-biasa saja–seperti orang-orang yang kita temui sehari-hari. Overall, ketika membaca kisah lima sahabat ini, saya menjadi teringat masa-masa SMA dulu. Hehe… Pasti kalian pun akan ingat masa-masa ketika ospek, nongkrong di kantin dengan teman, sampai jatuh cinta. Hahaha… Read more about this book review in Horror Watir in Reading Wonderland

  6. 5 out of 5

    Fikri Ghozali Basalamah

  7. 4 out of 5

    Regina

  8. 5 out of 5

    Muthi

  9. 5 out of 5

    Hertian

  10. 5 out of 5

    Muhammad Irfan

  11. 4 out of 5

    Tiara Lestari

  12. 5 out of 5

    Fiolina Aulia

  13. 5 out of 5

    Imas Hanipah

  14. 4 out of 5

    Wanudi

  15. 4 out of 5

    Egi Fauzi

  16. 4 out of 5

    Thalif Novaldi

  17. 5 out of 5

    Erul

  18. 5 out of 5

    Hibatulwafi Sufyan Riyadhi Aljamili

  19. 4 out of 5

    Kol Kol

  20. 5 out of 5

    Hamdan

  21. 5 out of 5

    Apis Apis

  22. 4 out of 5

    Mochamad Amin

  23. 5 out of 5

    Fuji Monitera

  24. 4 out of 5

    Ajeng

  25. 5 out of 5

    Aglya

  26. 4 out of 5

    Mutiara Albirra

  27. 5 out of 5

    Dejan Rugeri

  28. 5 out of 5

    na

  29. 4 out of 5

    Fikri Ghozali

  30. 5 out of 5

    Fikri Fikri

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.